RIP px, Sekarang eranya REM dan EM

Kenapa jangan Pixel? 

karena pixel tiap device itu berbeda, pixelnya web lebih besar dari pixelnya mobile. dulu saat pertama belajar web kita sering menggunakan px sebagai acuan untuk ukuran, namun semenjak adanya mobile dengan pixel yang lebih tinggi dari komputer membuat px tidak cocok dipakai sebagai ukuran. Contoh lain juga karena di beberapa browser ada fitur untuk mengubah ukuran font. kalau kita menggunakan px maka ukuran padding atau margin yang menggunakan px tidak akan berubah. Solusinya adalah REM dan EM.

Hai REM

ketika kita mengubah ukuran font pada browser, maka ukuran margin dan padding yang kita set menggunakan REM akan ikut berubah menyesuaikan dengan ukuran dasar dari root font-size.

Berikut adalah contoh bagaimana kita bisa melihat kalau px, rem dan em sangat berpengaruh.

Setting ukuran font pada Chrome


Jika ingin pixel kita sama maka kita bisa memaksa Chrome dengan menentukan ukuran font dasar lewat css menggunakan pixel seperti: 
{ font-size: 10px; }

// TODO : membuat code pen untuk menunjukan perbedaan px, REM dan EM.
Octoverse, menjawab dilema memulai belajar bahasa pemrograman

Octoverse

#github #program #code #webdeveloper #vcs #android #ios #appdeveloper #app #programmer


😋 Kayaknya enak bisa bikin program. tapi bingung mulai dari mana ya? terus apakah bahasa pemrograman yang kita pelajari saat ini bakal dipakai untuk kedepannya? fenomena yang terjadi di Indonesia adalah mulai ditinggalkannya bahasa php. why? dulunya dengan php saja kita sudah bisa membuat sebuah website. dengan template wordpress kita sudah bisa membuat blog. namun zaman sudah berubah.

Saat ini dunia terbagi menjadi 2 ✌ bagian yaitu frontend 💅 dan backend 🖥. analoginya itu frontend merupakan petarung terdepan dalam menghadapi klien, dan backend adalah penyedia senjata. keduanya sama penting saat ini. Masih ingatkah kalian saat frontend cuma html css js dan backend hanya CRUD saja. ternyata dunia sudah tidak sesimpel itu.

Biar tidak bingung ingin belajar apa ayo kita tanya anaknya Github bernama Octoverse yang akan memberi tau kita trend pemrograman saat ini. 


Gambar Header Octoverse


Hai, Aku Octoverse

Octoverse merupakan kumpulan statistik dari Github. tau sendiri kalau Github itu open source git terbesar di dunia saat ini hehehe. Zaman saya dulu Github hanya bisa public dan yang private berbayar sehingga akhirnya semua pindah ke Gitlab atau Bitbucket untuk private repository namun semenjak github sudah menyediakan private gratis akhirnya saya sendiri pindah ke github. 


Grafik negara penyumbang open source terbesar

Indonesia urutan ke 4 tuh. tidak kalah netizen nya hahaha.

Cek yang banyak anggota Komunitas nya

Kenapa Octoverse bisa menjadi acuan kita dalam belajar bahasa pemrograman mana? karena bahasa pemrograman yang paling berkembang adalah yang banyak komunitas dan kontributornya. Siapa juga yang tidak mau pakai produk dengan library yang sudah sangat banyak dan disediakan umum hahaha.

Banyak Library mengurangi Mikir

Don't repeat yourself(DRY/ Jangan Bikin yang sudah ada), IT itu tinggal copas gaes. kalau kalian buat sesuatu yang sudah ada itu buang - buang waktu kecuali kalian memang ingin membuat yang lebih baik atau library itu tidak sesuai keinginan. Library menjadi kunci untuk pembuatan software ala Bandung Bondowoso (semalam jadi). Sayangnya PHP yang populer di negara Indonesia kita tercinta ternyata tidak menduduki peringkat dengan library terbesar. Ternyata peringkat pertama di raih oleh npm atau nodejs. sata urutkan dulu ya.


Statistik 5 Penyedia Library Terbanyak


Peringkat bahasa pemrograman berdasarkan jumlah library :
  1. NPM - javascript
  2. RubyGems - Ruby
  3. Maven - Java
  4. NuGet - .NET
  5. pip - python

Saat ini Javascript Juaranya

Bukan main ternyata javascript mejadi juara 5 tahun berturut - turut. Saya sendiri pertama mengenal javascript lewat Web hingga sekarang bisa merambah ke backend express, PWA, desktop Elektron, mobile React Native & Ionic.

Statistik Pengguna Bahasa Pemrograman Terbanyak

Meskipun javascript merupakan bahasa paling banyak penggunanya ternyata javascript tidak menduduki posisi pertama sebagai bahasa paling berkembang. Dart menjadi juara untuk bahasa paling berkembang, menurut pengetahuanku sih karena Dart yang merupakan bahasa utama di Flutter sudah multi platform baik Web, iOS, dan Android. Mungkin kedepan akan merambah ke desktop juga. Kemudian ada Rust dan HCL yang perlu kita pelajari juga. Go lang sekarang juga merupakan bahasa paling cepat untuk akses ke backend.

Statistik Perkembangan Bahasa Pemrograman

Kesimpulan 

Jadi menurut saya, kita harus belajar banyak bahasa. Bahasa tidak diciptakan untuk bersaing namun karena masing - masing memiliki keunggulannya sendiri. Saya dulu memulai dari Java sehingga saya kebingungan dengan Python yang bisa mengembalikan 2 variabel dan juga kotlin yang punya tanda tanya untuk null exception dan Golang yang tidak punya class. Boleh jadi master di satu bahasa pemrograman,  tapi kita juga harus membuka telinga untuk bahasa pemrograman yang mungkin memiliki fitur yang sesuai dengan kebutuhan kita untuk kedepannya. Namun kita bisa melihat grafik diatas untuk memilih bahasa mana. Saran saya yaitu Typescript dan Dart. Typescript merupakan versi lanjutan dari Javascript dan Dart merupakan bahasa paling berkembang, lowongan pekerjaan yang paling sering saya temui yaitu 2 bahasa ini karena keduanya mencakup Frontend dan Backend(kecuali Dart). Kalau kalian punya pendapat lain silahkan tulis di kolom komentar. Matur Suwun 💙💚










Like us on Facebook