Test Driven Development, Solusi Bekerja di dalam Tekanan
Agustus 11, 2021Stupid Mode
Kalian pernah mengalami Stupid Mode? Ok. jadi saya termasuk orang yang tidak tahan tekanan. Ketika ditekan saya akan bekerja seperti robot. Apa yang tidak diperintahkan tidak akan aku lakukan. Tapi hal itu tidak masalah jika bossmu tidak ikut tertekan. Parahnya kalau boss mu ikut tertekan maka kamu yang akan ditekan agar dia bisa berdiri. serem ya?
Bukan niat untuk menakuti saudara namun cuma ingin berbagi bagaimana cara mengatasi tekanan bagi orang yang tidak sanggup ditekan seperti aku. Beberapa orang berekspetasi semakin orang ditekan semakin hebat mereka, orang - orang menyebutnya the power of kepepet hahaha. kerjanya kepepet terus. Ok aku bukan termasuk orang itu.
Cus, jadi saya menawarkan solusi test driven development, yaitu kamu menulis test case dulu. Kenapa kok test dulu ? karena dalam development yang penuh tekanan saya tidak akan bisa berpikir jernih. Solusi saya mudah, selagi berfikir jernih maka tulislah semua skenario yang mungkin tidak akan terpikir oleh anda. Saya sering kena marah dengan alasan "kenapa kamu tidak memikirkan kemungkinan ini?", "Kamu kurang waspada", "kamu kurang berhati - hati". Jenius sekali saya bisa memikirkan semua kemungkinan yang ada. Ok, mungkin terlalu berlebihan tapi bug itu pasti ada meskipun boss mu pasti tidak mau tau itu. Sayang sekali membuat kesempurnaan logika memang adalah pekerjaan sebagai programmer, 1 + 1 = 2 dan kasus kebocoran data pun juga tidak bisa ditoleransi.
Solusi lain yaitu belajarlah power of kepepet. Bersyukurlah wahai programmer, pekerjaan kita itu mudah. Bahkan kita bisa mencuri waktu dengan mengerjakan project dimalam hari dan jalan - jalan ke mall di siang harinya. Bayangkan pekerjaan sebagai buruh/karyawan? mereka dituntut waktu. Ada yang lebih parah lagi yaitu Dokter. Bayangkan kapan tekanan datang? bisa jadi setiap saat hahaha. Ketika dokter tertekan apakah mereka bisa mengeluh? tidak, taruhannya nyawa. Jadi kalau kalian merasa pantas memiliki gaji yang lebih besar dari dokter maka kita harus memiliki sifat lebih hebat dari dokter.
Jika kamu melakukan pekerjaan yang lebih dari gajimu, maka sisanya akan diberikan dalam bentuk lain seperti kebahagiaan, sifat hemat, rajin.
Jika kamu melakukan pekerjaan yang kurang dari nilai gajimu, maka lebihnya akan kamu kembalikan dalam bentuk lain seperti tagihan tiba - tiba, sifat boros, pemalas.
0 komentar